Senin, 31 Juli 2017

GERAKAN JANTUNG SEHAT: untuk semua yang berharga dalam hidup kita.



“Faktanya penyakit jantung koroner adalah penyebab kematian tertinggi pada laki-laki dan perempuan, di semua kultur. Dan kematian mendadak akibat jantung koroner secara dramatis mengalami kenaikan pada usia muda” (Yayasan Jantung Indonesia)

Jujur saja, diantara kita  pasti masih mengangap serangan jantung adalah penyakit untuk orang tua. Seperti saya yang memang masih tetap ogah-ogah-ngeri untuk memikirkan resiko ini jika terjadi kepada diri saya sendiri.

Sebenarnya, fakta ini sudah sangat menyakitkan. Lima tahun lalu, serangan jantung menjadi vonis akhir bagi Ibunda saya. Beliau memang punya riwayat hipertensi yang juga merupakan faktor keturunan dari nenek dan kakek saya. Pemicu dan kondisi yang tidak stabil memang sering membuat penyakit ibu saya kambuh dan selalu tergantungan obat. Saat sebelum kejadian itu, Ibu saya sedang mengikuti ujian pelatihan guru yang diampunya. Beliau masih mengikuti rangkaian acara sampai tiba-tiba serangan itu memaksa jantung ibu saya berhenti berdetak.

Pada hari tersedih itu, sungguh tubuh Ibu saya tampak sehat dan bugar. Namun, semua itu tidak jadi jaminan. Faktanya adalah detak jantung Ibu saya tidak tertolong sehingga raganya tidak berdaya lagi. Jadilah sejak saat itu fakta tentang penyakit jantung menjadi beban dan trauma bagi saya.

Minggu, 30 Juli 2017 beberapa teman mengajak saya untuk mengikuti event Gerakan Jantung Sehat yang dilaksanakan di Santika Dyandra Convection Hall. 

Foto bareng ( by: @agensiarezita)

Saya menyambut ajakan itu dengan antusias plus semangat mengikuti seluruh rangkaian acaranya.

Tampak bahagia dan sehat kan ya?
Taken by @pertiwi_soraya

Acara dilangsungkan semarak dan menyenangkan. Para peserta yang hadir cukup beragam dari tua, muda dan bahkan anak-anak turut serta aktif mengikuti rangkaian acara yang bertemakan Gerakan Jantung Sehat.

Rangkaiaan acara di awali dengan tarian daerah yang menampilkan filosofi cuplikan tentang kesehatan jantung dan kemudian dilanjutkan dengan rangkaian kata sambutan oleh Ibu Hj. Rita Maharani Dzulmi Eldin, Ketua Cabang Utama Yayasan Jantung Indonesia Sumatera Utara dan Tim penggerak PKK. Beliau mengutarakan tentang kegiatan Yayasan Jantung Indonesia yang turut serta memberikan edukasi tentang bahaya serta pencegahan penyakit jantung dan pembuluh darah melalui kampanye 5 Panca Usaha dan terus gencar menyebarkan isu kesehatan dengan menggandeng pemerintah daerah dan kota.

Selanjutnya Ibu Diny Elvirani selaku Group Business Unit Special Needs and Healthy Lifestyle, Kalbe Nutritionals juga turut memberikan kata sambutan serta penjelasan tentang rangkaian event untuk tahun 2017 ini. Beliau menjelaskan bahwa kegiatan ini menggandeng serta Kementerian Kesehatan RI, Yayasan Jantung Indonesia dan  KlikDokter.com.

Beliau juga menjelaskan tentang agenda Kalbe Nutritionals akan meneruskan kesuksesan momentum di tahun 2016 dalam menciptakan kampanye hidup sehat dalam wujud inovasi usaha penurunan kolesterol, risiko stroke dan jantung koroner masyarakat Indonesia. Hal ini terus dilakukan sebagai bentuk kepedulian yang berkaitan dengan visi dan misi Kalbe Nutritionals yaitu membantu meningkatkan kesehatan masyarakat Indonesia menuju kehidupan yang lebih baik.

Melalui kampanye Gerakan Jantung Sehat: Indonesia Tangkal Kolesterol 2017, bersama Nutrive Benecol mengajak masyarakat Indonesia untuk bersama-sama menyebarkan virus hidup sehat dalam bentuk kepedulian #JantungmuJAntungKeluargamu.

Selah satu narasumber Dr. Vito A. Damay, Sp.JP, M.Kes, FIHA, FICA- spesialis jantung dan pembuluh darah, menjelaskan bahwa kolesterol dan penyakit kardiovaskuler sangat terkait dengan proses yang disebut ateroklerosis, yaitu suatu kondisi yang terjadi ketika terbentuk plak pada dinding pembuluh darah arteri. Penumpukan tersebut mempersempit arteri, sehingga darah sulit untuk mengalir melalui arteri. Plak yang juga bisa pecah (ruptur) dan memicu terbentuknya bekuan darah ini dapat menyebabkan terjadinya serangan jantung atau stroke.
 
Dr. Vito A. Damay  juga menjelaskan kampanye Gerakan Jantung Sehat, dengan cara mengenal dan mengontrol kolesterol, dengan gaya hidup TANGKAL yang terdiri dari :

7 Langkah Tangkal Kolesterol, yaitu :

1. Teratur periksa kolesterol;
2. Awasi asupan dan pola makan;
3. Nikmati hidup tanpa rokok dan minuman beralkohol;
4. Giat berolahraga dengan senam B-FIT;
5. Kendalikan berat badan dan hindari stress;
6. Awasi tekanan darah; dan
7. Lengkapi dengan Nutrive Bennecol 2x sehari.
Nutrive Bennecol rasa Blackcurret ini nikmat loh
Rangkaian acara ini dimaksudkan untuk membantu dan merubah pola pikir masyarakat melalui seminar mengenai stres oksidatif, memperbaiki pola makan dengan rangkaian demo masak bersama ahli gizi dan turut serta menerapkan aktivitas fisik berdasarkan gerakan senam B-FIT 2.0 yang bermanfaat untuk membakar kolesterol, meleraksasi tubuh atau mengurangi stres serta membakar kalori untuk memperbaiki postur tubuh.

Dan tidak ketinggalan, saya juga sempat mengikuti cek kolesterol dan deteksi serangan jantung yang disediakan.

alhamdulillah, skor hasil pemeriksaan saya masih aman (untuk 10 tahun kedepan) :")

Nah, untuk selanjunya program Indonesia Tangkal Kolesterol Bersama Nutrive Benecol tahun 2017 seperti ini akan diadakan selama bulan Juli sampai dengan bulan Oktober dan bergrilya di kota-kota besar Indonesia, yaitu; Surabaya, Makasar, Bandung dan Jakarta.

Semoga kalian bisa ikut serta kampanyekan #IndonesiaTANGKALkolesterol dan bepartisipasi dan terus peduli kepada sesama dengan gerakan jantung sehat ini ya, karena jantungmu adalah jantung keluargamu :)

Untuk info selanjutnya silahkan cek website; https://nutrivebenecol.com/.



Sabtu, 29 April 2017

Kumpulan Puisi Sebelum Sendiri karya Aan Mansyur

Buku puisi ini mungil dan sungguh biru
 
Terpujilah Sang Penyair @aanmnsyur yang persembahkan buku puisi begini, selain membekali para pejuang -setipe aku, contohnya- agar tegar dan tetap keren untuk melalui masa unyuh penuh lika-liku demi #sebelumsendiri yang gemilang.
.
Sebagai seorang yang masih sendiri dan ingin mencintai diri sendiri, rasanya seru dan syahdu sungguh ketika menikmati sajak persajak yang -kata bang Penyair, dipersempahkan: kepada seseorang dalam diriku. Yang selalu kuragukan.
.
Tubuh buku puisi ini bernafaskan 4 Daftar Puisi yang memukau -yang dibagi beberapa label penomoran lagi. Diantaranya berjudul Sebelum Sendiri; Berbincang dengan Langit; Seorang Perempuan Mendaki Bukit, dan; Theory of Discoustic : A Remix. (puisi yang ke empat, memuat empat sajak berdasarkan interpretasi bebas dari lagu-mini album grup band folk dari Makassar)
Sebagai seorang perempuan, saya merasa pembentukan rangka puisi ini sungguh bijak sekali. Pemenggalan bait perbaris, ataupun baris perbaitnya sungguh tercipta dari tehnik dari keindahan perasaan yang dibawa oleh kemampuan kelas tinggi, menurutku sih, ya. Secara, aku kalau boleh mengakui: terpesona dengan pemenggalan tiap-kata yang membentuk rima-rima yang rupawan.


 Mostly Recomende, baeah!

Sabtu, 01 April 2017

Novel Semua Ikan di Langit karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie


Novel ini berkisah tentang gejolak batin bus dalam kota yang gendut, melakukan perjalanan bersama Anak Laki-laki Kecil yang dipanggilnya Beliau.

Kisahnya dikemas dengan keratif. Pencitraan yang imajinatif, absurd kelas tinggi, pun disertai adanya tokoh-tokoh aneh, seperti;  Nadezhda si kecoa, Bastet si kucing dari Kamar Paling Berantakan di Seluruh Dunia, si Ikan Julung-julung, Chinar si pohon tua yang semakin menggoda perhatian.
Gak nyangka! Sebegini banget! IH!
Belum lagi nilai plus dari ilustrasi yang keren dan cantikkk.

"Saya pikir, kakau boleh saya tahu sedikit lagi saja ... mengenai ikan-ikan. Mengapa ikan-ikan? Mengapa mereka mengapung di udara, bukan berenang di air?
Dengan hati yang dijejali rasa penasaran, saya mulai bergerak sedikit. Tapi, sebelum saya melaju, bisa saya dengar C menjawab saya dengan ini:
"Ha! Mereka tidak mengapung di udara! Ha! Mereka berenang di air!" Katanya. Lalu, dia tertawa, sehingga "Ha!"-nya mebjadi "Ha! Hahaha!" dan berkata: "Ha! Seluruh dunia ini adalah air! Ha! Dan, bumi? Ha! Ia hanyalah air yang sedikit dikeringkan!"

saya -bus dalam kota- bilang pada Nad, Pak Sopir dan Pak Kondektur bukan orang-orang yang membuat saya, tapi mereka lah yang membesarkan dan mengurus saya. Sebagian besar bus mengalami hal yang sama dengan saya; dibesarkan orang lain yang bukan merupakan pencipta mereka. Dan mungkin memang lebih baik begitu; dibesarkan orang-orang yang akan menyayangi kami lebih baik daripada hidup bersama orang yang memang membuat kami, tapi tidak peduli pada kami. Yah, mungkin ada yang berpendapat lain. Tapi, menurut saya, lebih baik begitu. (97)


Dikisahkan juga, tentang eksistensi Tuhan -yang dikisahkan seorang kakek cerewet di toko roti. Si kakke awalnya mejelaskan gelisah hidupnya yang pelanag surga dan neraka. walaupun, si Kakek sungguh cerewet dia tetap berbaik hati membuatkan sepatu baru untuk anak muda _Beliau_

pada bagian yang paling menarik, kisah yang dituturkan Pohon yang sangat BEsar di Luar angakasa., yang batangnya gendut dan tinggi, berwarna coklat dan mengeluarkan cahaya emas yang redup. Pohon itu sangat istimewa; karena satu-satunya pohon di luar angkasa, dan pohon tertua di seluruh jagad raya (pada deskripsi ini, saya teringat pencitraan pohon akhirat di lauh Mahfuz). Pohon itu, namanya Chinar, dan orang -orang mengenalnya sebgai "Pohon Pesawat' yang  bertugas, menjaga ratusan telur yang akan menetas menjafi bayi kecil yang berkilauan. Telur-telur itu seperti akan menjelama anak-anak manusia yang akan menjalani jalan hidupnya.

ada, pula kisah cinta yang dicuplik dari seorang Manusia yang berkunjung dan dikunjungi Beliau dan Bus dalam kota itu; sorang manusia miskin yang tidak punya apapaun kecuali cinta yang tulus kepada seorang gadis. Lelaki itu adalah seorang petani yang mencintai seorang wanita , pemilki peternakan besar yang punya banyak kuda.
kisah cinta yang dimuluskan oleh Beliau terasa sangat manis, meskipun disuguhkan dengan analogi sederhana dari bunga kol yang berubah menjadi  sup yang disajikan si Petani sebagai persembahan cintanya kepada wanitanya. sup itu secara ajaib menluruhkan hati wanita itu dengan cinta yang memantaskan pengorbanan.


"Setiap makhluk punya cara bersedih dan cara menunjukkan kesedihan yang berbeda-beda. tapi, saya rasa, manusia mempunyai cara paling baik. Manusia, ketika bersedih, menangis, Mereka meneteskan air dari mata. Nad yang pintar pernah bilang bahwa air seperti itu keluar karena manusia yang mengeluarkannya itu sudah penuh. Dipenuhi rasa sedih; begitupenuh, sampai tubuh mereka tidak bisa menampungnya lagi. Dan kalau bahkan air mata pun tidak cukup cepat mengeluarkan kesedihan, manusia punya ingus. dan kalau masih belum puas juga, mereka punya darah.





Saya tidak bisa bilang apa-apa. saya memang tidak tahu apa yang terjadi di langit malam itu. Dan, sejujurna, saya tidak terlalu yakin apa itu galaksi. Sejauh yang saya tahu, bisa saja galaksi itu memang gulali luar angkasa.
Yang saya tahu hanya, bahwa saya mempercayai keajaiban itu bekerja, atau keajaiban itu tiba - saya bisa merasakan kebahagiaan dari mengetahui bahwa keajaiban itu terjadi; itu sudah cukup bagi saya untuk menyandarkan diri pada setiap keputusan yang dibuat bocah kecil yang sendirian di udara itu. Dan kepercayaan seperti ini bukanlah hal yang bisa saya jelaskan kepada Nad, atau siapa pun yang mempertanyakannya. (hal 161)


".. Lalu, Beliau menciptakan manusia. Heheheh ... Di sinilah semuanya jadi kacau. Heheheh ...
Mereka bilang, manusia adalah rangkuman dari jagad raya dalam bentuk makhluk hidup. Heheheh ... Dua mata manusia adalah matahari dan bulan. Heheheh ... Tulang-belulang mereka sekeras batu, daging mereka adalah tanah, urat nadi mereka bagai sungai dengan denyutnya yang mirip debur gelombang air ... Heheheh ... Beliau menuangkan semua hal yang pernah dia buat dan dia cintai dalam satu tubuhh -menjadikanya satu bentuk, dan memberikannya jiwa sendiri ... Heheheh ... (192)

".. Beliau menciptakan manusia dengan hati yang besar supaya bisa mencintai banyak, banyak hal, sebagaimana Beliau mencintai banyak, banyak hal. Heheheh ... Dan, bahkan tanpa memiliki hati pun, Beliau selalu memberikan kemampuan bagi setiap makhluk untuk mencintai dengan cara mereka sendiri. Heheheh ... Orang-orang yang hanya sedikit mencintap8 tidak punya tempat di sisi Beliau. Heheheh ... Tidak akan pernah menjadi ikan di langit yang mengarungi dunia bersama Beliau. Heheheh ...
 Ah, bus yang baiak, Heheheh ... Yang lebih penting daripada mencintai Beliau adalah mencintai segala hal yang Beliau cintai. Heheheh ... (194)

kemudian (pohon) R berkisah tentang; binatang-binatang  yang menyayangi anak lelaki, karena dia menyayangi Beliau.

sesungguhnya, si tokoh pencerita _bus Dalam kota yang gendut- sedang bercerita tentang makhluk-makluk yang ada di angakasa. meskipun , diantara itu makhluk- itu adalah representasi makhluk bumi.

Selasa, 24 Januari 2017

Review Buku dan Filim - Istirahatlah Kata-Kata

Istirahtlah Kata-Kata
oleh Wiji Thukul

istirahatlah kata-kata
jangan menymbur-nyembur
orang-orang bisu

kembalilah ke dalam rahim
segala tangis dan kebusukan
dalam sunyi yang meringis
tempat orang-orang mengingkari
menahan ucapannya sendiri

tidurlah kata-kata
kita bangkit nanti
menghimpun tuntutan-tuntutan
yang miskin papa dan dihancurkan

nanti kita akan mengucapkan
bersama tindakan
bikin perhitungan

tak bisa lagi ditahan-tahan
(Solo Sorogenen, 12 Agustus 88)


Terkecuali isi kumpulan puisi WJ hanya sedikit prihal yang kutahu tentang sosok Wiji Thukul, meskipun sejak agak lama sudah diperkenalkan oleh seseorang (Dosen-Telaah-Sastraku) yang sangat respect dengan tokoh aktifis sekaligus penyair ini. Beberapa penggal-penggal puisi WJ pernah menjadi tugas renung-renunganku semasa masih menjadi mahasiswa, semasa masih menggali naluri kepedulian sosial dalam gerakan gerakan aksi.

Nukilan puisi (di atas) ada dalam kumpulan lengkap puisi Wiji Thukul bertajuk "Nyanyian Akar Rumput'. Dalam buku tersebut ada tujuh bab yang bertasbih puisi pemikiran WJ. Beberapa bab awal dalam puisinya mencantumkan kota Solo berlatar tahun 86 yang di suarakan WJ dalam puisinya. Namun, pada bab tiga hingga akhir, beberapa keterangan waktu dan tempat menjadi luput dari penyajiannya. Entah karena kondisi WJ yang sudah terdesak status buronan atau memang tidak tercantum jelas dalam carik pusinya. Yang pasti deret penyajian puisi dalam buku itu disesuaikan dengan sajian tema tema rangkap per bab-nya

Sejak awal Januari, tersiarkan kabar yang sampai di timeline intagramku tentang filim yang menganggat sisi kehidupan Wiji Thukul akan memasuki beberapa layar (khusus) bioskop Indonesia. Pemberitaan awal bahkan hanya akan ditayangkan di 8 kota. Medan belum masuk nominasi. 

Serupa ramai-ramai apresiasi yang ditunggu-tunggu para antusias yang kupikir mengingatkan rapalan kalimat khas tentang sosok WJ yang bunyinya, 'boleh jadi ada yang sudah memaafkan/dimaafkan, tetapi tidak samasekali untuk melupakan/dilupakan'.

Misteri hilangnya Wiji Thukul yang masih fenomenal, sesungguhnya (bagiku) menjadi daya tarik yang memanggil-manggil nurani untuk menonton filimnya.
Tidak hanya itu, berkah kabar berharga bahwa filim Istirahatlah Kata-kata akan kebagian tayang di CGV-Focal Point Medan juga daya tarik paling gembira. Dengan jam tayang dua keloter waktu, yaitu pukul 14.45 dan 18.50 wib.

Sedari pagi personal chat bbm-ku mulai ribut ribut mengabarkan info dan jam tayang yang pasti. Bahkan, beberapa teman yang ketertarikannya pada buku-buku dan filim sering menyambungkan tiap tiap pembicaraan seru berkata "terpujilah usaha kita untuk nonton di hari H!" 

Singkat dari proses bincang dan bertukar info, serta jam tanyang pemutaran filim ini sebenarnya semakin memaksa antusiaku untuk menonton filim yang sudah sudah direkomendasikan tokoh 'terkait' yang sungguh keren total karyanya kukagumi. Sekelas Joko Pinurbo dan Aan Mansyur.
Promosi filim ini memang hanya ramai di media masa, itupun dari kalangan antusias saja. Yang memang sudah bersinggungan terlebih dahulu dengan akar nyanyian nyanyian WJ. Yang memang sudah menuju mengerti tentang alur nanyian akar rumput WJ. 
Istirahatlah Kata-Kata disutradarai Yosep Anggi Noen ini sebelumnya sudah melanglang-buana di beberapa festival filim Internasional dan mengantongi prestasi kemilau yang pantas diperhitungkan. 

Adalah Gunawan Maryanto yang berperan sebagai Wiji Thukul dan Marisa Anita sebagai Sipon, istrinya. Ada juga pemeran pendukung, sebagai teman WJ dimasa pelarianya di Pontianak, yaitu Eduwart Boang Manulu sebagai Martin dan Melanie Subodo sebagai Ida (istrinya Martin).

Sedikit review yang ingin kutuliskan karena girang dan antusiasku setelah menonton filim ini. Berhubungan juga sebab euforia partisipasi sekawananku dengan kesempatan waktu yang tepat, walaupun sudah jelas jelas dugaan penonton pasti membludak. 

Dalam pandangan dan pendapatku yang tercetus dari filim ini bahwa adanya indikasi 'aroma' semacam upaya untuk membumikan isu berharga sejarah anak bangsa yang pernah memperjuangkan kebebasan pendapat melalui penyampaian gelisah sosialnya melalui puisi puisi. Sekiranya pernah ada yang berjuang dan harus ada yang diingatkan.

Alur yang disajikan Istirahtlah Kata-Kata merupakan nukilan kisah hidup Wiji Thukul saat mengasingkan diri di Pontianak.
Layar diawali dengan rangkai pertanyaan (sepenampilan) seorang intel kepada anak kecil yang -agak kutebak sebagai anaknya WJ. Disusul dengan penjelasan runtext sebagai pembuka kondisi yang menjadi titik fokus cerita.

Selanjutnya suara lirih yang terdengar cadel menyiarkan lirik puisi Istirahatlah kata-kata dengan suasana efek ekspresi binggung dari tokoh Wiji Thukul.

Sorotan kamera dekat dekat terasa menyajikan beberapa ekspresi serta nukilan puisi puisi WJ yang dijadikan backsound yang menarik. Aku sendiri serasa sedang menonton deklamasi puisi yang dikemas dalam sinematografi yang manis manis.

Sungguh menyenangkan. 

Filim yang berdurasi 90 menit ini tetap dinamis dalam tuturan yang banyak menampilkan detail ekpresi pada gerak gerak renungan para tokohnya.

Sampai dipenghujung cerita, WJ memutuskan kembali ke Solo menemui istri dan keluarganya. kondisi yang sudah semakin kompleks karena hujat dan pengabaian dari tetangganya semakin memperdalam emosiku menuju klimaks.

Teringatkan tentang moment paling mengharukan menurutku yaitu pada saat istri WJ, Sipon -yang diperankan Marisa Anita menuturkan tangis dan dialognya yang kurang lebih berbunyi, "ini pertama kalinya aku nangis, selama Kamu pergi aku gak pernah nangis. Aku gak mau kamu pergi, aku juga gak mau kamu hilang. Aku cuma mau kamu ada".

Serasa dihipnotis. Duhhh... kira kira sepuluh menit ih.. lihat Marisa Anita nangis sampai tenang itu paling nguras emosi. Akunya sampai pingin nangis juga, tapi berusaha tetap tegar, setegar Sipon yang tenang dan disambut suara irama lagu yang menandakan bahwa filim sudah berakhir. Berakhir dengan tanda tanda tanya di kepala. 

Sungguh menyentuh.

Dan buat mikir!

Sutradara juga terasa bertindak bijaksana. Memilih jalur aman karena tidak memberi vonis terhadap fakta fakta yang sekiranya akan sulit diterima 'pihak-pihak terkait'. Seperti kata sutradara dalam satu artikel yang menjelaskan bahwa filim ini bertujuan sebagai pengingat saja. Pengingat untuk generasi-generasi. Bukan filim sebagai hakim yang harus mengetok palu agar kasus misteri WJ segera terbongkar.

Jelas bukan seperti ini yang ditampilkan, menurutku.

Seingat tentang pesanan WJ dalam bukunya. Dalam lembar awal kumpulan puisi Nanyian Akar Sunyi, terdapat pesan magis menyentuh yang juga sering kurapal rapal menjadi ingatan berharga. 

Isinya pesan dari WJ berupa;

"Penyair; haruslah berjiwa 'bebas dan aktif', bebas dalam mencari kebenaran dan aktif mempertanyakan kembali kebenaran yang pernah diyakininya. Maka belajar terus menerus adalah mutlak, memperluas wawasan dan cakrawala pemikiran akan sangat menunjang kebebasan jiwanya dalam berkarya. Dan fanatik gaya atau tema bisa dihindarkan sehingga proses kreatif tak terganggu. Belajar tidak harus di kampus atau sekolah tetapi bisa di mana-mana dan kapan saja; di perpustakaan atau membaca gelagat lingkungan atau apa sajalah pokoknya yang bisa memepertajam kepekaan penyair terhadap gerak hidup dirinya dan hidup di luar dirinya juga".

Dari pesan padat tersebut jelas pendapat WJ sangat vokal tentang kebebasan berpikir dan serta berpendapat. 

Dengan bentukan rasio pendukung dan rangsang pemikiran dari lingkungan sekitar, agaknya memang perlu kita sebagai manusia memperjuangkan suara asli dari dalam nurani untuk ditunjukkannya kepada dunia. Agar memang dunia tahu!

Kamis, 12 Januari 2017

Bermedia-Sosial

Aku punya beberapa akun media sosial. kadang update pun kadang ngadat.
Seringnya karena kehabisan nafas dan labil motivasi, jadilah sering sering kuulur hingga molor update dari rencana yang kuharapkan. Tapi kan,.. namanya proses ya gitu kan ya? harus jatuh cinta lebih awal sih katanya, biar bisa tergerak dengan ringan tanpa ada beban dan dapat kekuatan maha gaib entah dari mana sumbernya. Gitu. 

FACEBOOK
aku pribadi udah agak ilang feeling sama media sosoialku ini, eh setelah melihat #reviewyear2016 olahan dari si pesbuk, aku makin sadar ahh... gitiulah. Malas dijelas jelaskan kali.

fecebook itu bagiku tak lain sebagai jejaring kawan kawan dari generasi abu-abu. Sarang dari kenagan yang tersimpan bertahun lalu. Meskipun, aku juga masih perlu melihatnya, negecek timeline nya, ngecek siaran grup yang kuikuti. Ya kadang untuk kepo, kadang untuk memastikan kabar kawan kawnku yang memang masih aktif dan mau nyebar undangan pernikahannya disana. Iya, begitu sajakan dinamika kehidupan bersosial maya ini? Apalagilah..

TWITTER
Sejak aku mulai tertarik dengan blog, barulah aku mengenal Twitter. Hanya saja akunya agak malang. Keakraban dengan twitter tidak berjalan mulus. Pokoknya Aku terbilang sangat gagal jadi #anaktwitterlama

Kadang alasan minat dan perasaan aneh yang tidak kumengerti sering mandet untuk nampil bermedsos ria lagi. huft. Lantas, adalah pulak Instagram. Paht!.

Deuuh ya, aku sebagai manusia tipe konservatif ini memang agak sering kudet aksinya, tapi pengetahunnya enggak loh (pembelaan resmi #21factaboutme)

Semasa yang pernah dahulu, ada seperbagian rasa tidak percaya bagiku kalau berciut berkicau meong meong di jejaring sosial merupakan kepentingan menyampaikan aspirasi. Apalagi kalau-kalau timelineku isinya sering gak asyik, banyak celaan dan status geje bin luar biasa lainnya. 

Meskipun untuk perkara godaan, ng-twit pribadi, ngstalk, ngehestek sebenarnya ragu-ragu sorr dan membahagiakan untuk dilakukan. Hah iyakan? kan memang wajar, manusia sering labil dengan pilihan awalnya. Haha

Kalau cerita idealis, seperti kata eyang Pram, “kita jadi manusia harus sudah jujur sejak dalam pikiran”. 
Rangsangan yang diterima punya potensi besar menjadi apa yang kita rasakan. Right? Apa yang dirasakan mudah jadi sesuatu yang dipikirkan. Apa yang dipikirkan jadilah sikap yang dipilih untuk memimpin diri sendiri. Dan sesuatu yang dituliskan sebenarnya hasil yang telah menggalami proses merasakan dan mengevaluasinya, ya kan ya?
Iya aja dah! Kan seperti pepatah pernah bilang, “air kopi di teko sudah pasti akan mengeluarkan kopi juga."

INSTAGRAM
follow intagram akuu dong @haloiyik :)